ada cerita di hari jum’at

mesin penyedot air itu berbunyi, dulu, kita sering memanggilnya dengan sebutah “makinah” yang berati mesin diesel. seingatku, aku juga pernah menyalakan mesin diesel itu dengan cara meng-engkolnya, agak susah tapi akhirnya bisa juga. air yang keluar dari mesin diesel itu sangat banyak, berlimpah, dan alhamdulillah selama keberadaanku di sana, belum pernah aku mengalami kekeringan air. yah.. sesekali mungkin pernah tidak ada air itupun lebih di sebabkan rusaknya mesin yang berada tidak jauh dari rayon–tempat tinggalku– itu

mesin peyedot air itu berada di tengah-tengah rayon –tempat kami hidup setiap hari, makan, mandi, wudhu, istirahat, dll– jelasnya, mesin itu sangat akrab sekali dengan kehidupan kami di pondok setiap harinya. saat itu, aku berada di rayon dengan nama pusaka satu, yang bangunannya menyambung dengan rayon pusaka dua. setiap rayon di bagi menjadi empat kamar, masing-masing kamar berisi sepuluh sampai lima belas orang. di depan pusaka satu, berdiri tegak rayon dengan nama “zarkasyi”, mungkin, nama ini diambil dari salah satu nama kyai disalah satu pondok terkenal di Ponorogo itu. di samping “zarkasy” lurus dengan bangunannya, berdiri juga rayon dengan nama “malaysia satu”. rayon ini biasanya, di tempati oleh mereka yang duduk di kelas experimen dan mereka yang mempunyai badan agak sedikit besar. disini pula, seorang Ustadz Kharismatik bernama Serin Abdul Rauf, bertempat tinggal setiap harinya, siapa yang tak kenal dia, cool, bersahabat, tapi terkadang gondokin juga sih…

aku terbangun, di ruang yang agak gelap, aku berusaha mencari stopcontack lampu yang berada di pojok kamar. “alhamdulillah ketemu” ujarku dalam hati. jam baru menunjukkan, jam empat lima menit. dari jendela kamar dua orang mudabbir terlihat sudah bersiap-siap membangunkan mereka yang masih tidur, termasuk beberapa teman sekamarku.  bagiku dan beberapa teman yang lain, suhu udara di pondok saat itu sedang dingin-dingin, kami pun malas untuk keluar dan kemudian pergi ke masjid. tapi apa boleh buat, rutinitas  seperti ini memang sudah lama terjadi di pondok kami dan siapun tidak boleh melanggarnya, kecuali mereka yang sedang sakit  dantidak mampu melakukannya

allahuakbar, allahuakbar…. shubuh  memanggil, semua santri sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah yang di teruskan dengan membaca al-quran. tampak dari kejauhan seorang pria dengan sepedanya meluncur- mengarah ke masjid. “ssssttt… Pak kyai datang, jangan tidur” tegur seorang teman kepada teman nya yang lain.  konon, sepeda Pak kyai itu sudar ujur dan berumur, pernah ada satu angkatan yang menghadiahi sepeda yang mirip dengan miliknya ketika acara wisuda. tapi tetap saja, pak kyai menggunakan yang lama, adapun sepeda yang baru, Ia taru setiap hari di depan halaman rumahnya. selesai sholat berjamaah, pak kyai sedikit memberikan tausyiyah kepada seluruh santrinya saat itu. “hari adalah hari jum’at, semua santri diharapkan membersihkan semua yang ada di sekitarnya” imbuh pak kyai dengan suaranya yang khas

 

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

Tuhan, cinta dan jodoh (sebuah renungan ramadhan)

Cinta dan jodoh merupakan dua peristiwa yang sangat akrab sekali di dalam keseharian kita. Baik kita alami secara langsung maupun tidak. Tapi yang menarik dari dua peristiwa yang saling terkait tersebut adalah ketika hal itu dikaitkan dengan persoalan teologis; yang menurut saya soal cinta dan jodoh adalah murni urusan kemanusiawian kita, dan tidak ada kaitannya sama Tuhan.

Umpamanya, seseorang berjodoh dengan istrinya yang sekarang, itu memang atas dasar pertimbangan subjektifitas pribadi mereka. Artinya berjodoh-tidaknya dan baik-buruknya hubungan kedua pasangan tersebut ditentukan oleh ikhtiar dan sikap mereka sendiri. Jadi, tidak ada kaitannya dengan Tuhan, karena Tuhan sudah menuntun kita melalui pesan-pesan moral-Nya.Namun, dalam pandangan teologis umum kita menyatakan bahwa, “Jodoh itu sudah ada yang mengatur atau jodoh itu sudah ditentukan Tuhan!” Pertanyaannya kemudian, betulkah demikian? catatan kecil ini ingin mencoba me-share, sekaligus sedikit mendiskusikan hal tersebut.

Arti Cinta  

Cinta merupakan kata yang cukup singkat dan sederhana, namun sulit untuk kita definisikan. Kalau pun kita coba mendefinisikan, maka akan terjadi pereduksian dan pesimplifikasian makna cinta itu sendiri. Karena mendefinisikan adalah sebentuk upaya menjelaskan melalui kata-kata (erklaren), sedangkan cinta bukanlah sekedar kata-kata biasa, ia merupakan representasi dari kedalaman kompleksitas perasaan manusiawi sang pemilik cinta itu sendiri. Oleh sebab itu, cinta tidak dapat dijelaskan, tapi hanya bisa dipahami (verstehen). Sebaik apapun sebuah definisi, tetap tidak mampu mewakili totalitas kedalaman makna cinta. Ia hanya menjelaskan sebagian, tapi tidak keseluruhan, karena keseluruhan makna itu hanya bisa dihayati dan dipahami oleh pemiliknya.

Biarpun begitu, paling tidak, kata cinta sesungguhnya mensyaratkan dua subjek: yang mencintai dan dicintai atau yang dicintai dan mencintai. Kata cinta tidak bisa berdiri sendiri; ia mengandaikan dua subjek.Dengan kata lain, cinta berarti seseorang itu mencintai sekaligus ada pasangan yang dicintai.

Konsep Jodoh

Selain sebagai hewan rasional, kita manusia juga merupakan hewan berperasaan, dan salah satunya adalah “rasa atau perasaan cinta.” Rasa cinta adalah bagian dari kesadaran manusiawi kita. Karena ia merupakan bagian dari kesadaran kita, maka rasa atau perasaan cinta itu sendiri tidaklah datang atau jatuh begitu saja dari langit. Ia dipengaruhi sekaligus dikonstitusi oleh pengalaman personal kita, baik masa lalu, sekarang maupun yang tengah berjalan.

Dan, tiap pengalaman personal itu sendiri dikonstruksi oleh beragam faktor internal atau external; mulai dari  watak dasar, keadaan pysikologis maupun tingkat pendididkan, pergaulan serta lingkungan yang membentuk keseharian kita. Artinya, rasa dan perasaan cinta kita terhadap pilihan pasangan hidup kita syarat dengan pertimbangan-pertimbangan subjektif manusiawi, baik disengaja (berdasarkan pilihan sendiri) maupun tidak (dijodohkan); baik hal itu datang dari diri kita sendiri maupun atas dasar pengaruh atau desakan orang lain (baca: orang tua, saudara atau teman).  Pertanyaannya kemudian, bukankah terkadang kita berjodoh dengan orang yang kita tidak cintai atau dengan orang yang kita cintai tapi tidak berjodoh?

Betul, antara cinta dengan jodoh tidak selalu satu kata. Karena cinta belum tentu berjodoh, sebaliknya, berjodoh belum tentu cinta.Tetapi, tetap saja ketika kita memutuskan tuk menjadikan seseorang (laki/perempuan) sebagai pasangan hidup kita,faktor-faktor subjektifitas kita tidak bisa dilepaskan begitu saja. Ia tidak hanya memengaruhi, tapi juga menentukan siapa pilihan alias jodoh kita! Dengan kata lain, berjodoh tidaknya kita dengan seseorang yang kita cintai ataupun tidak adalah kita, manusia yang berakal dan berperasaan ini yang menentukan dan buka siapa-siapa, apalagi Tuhan.

Jodoh Bukan di Tangan Tuhan: Sebuah Penegasan akan Keesaan-Nya    

Tatkala kita sudah tidak cocok atau cinta lagi dengan pasangan kita, sering kali dengan enteng kita mengatakan bahwa dia (laki/perempuan) bukan jodoh kita. Bahkan, yang lebih naif dan parah lagi, ketidakberjodohan kita dengan pasangan kita  dengan segera kita katakan bahwa itu sudah suratan takdir dari Tuhan. Padahal, ketidak berjodohannya dia, semata-mata disebabkan oleh  dirinya sendiri.

Misal, karena sikapnya yang kurang baik atau kasar, ketahuan berselingkuh, memang sudah tidak cinta lagi karena jenuh dan sudah ada yang lain, atau bisa juga karena faktor orang tua, keluarga, teman yang memang tidak merestui hubungan cinta dua pasangan tersebut dengan beragam alasan yang melatarinya. Pertanyaannya kemudian, bukankah hal itu semua tidak ada kaitannya dengan Tuhan?! Bagaimana mungkin Tuhan membatalkan keterjodohan kita karena kita miskin, sedangkan pasangan kita kaya? Bagaimana mungkin, kita menjadi lelaki atau perempuan yang peselinkuh yang menyebabkan kita tidak berjodoh denganya karena takdir Tuhan? Betulkah Tuhan telah mentakdirkan orang baik dengan yang baik, sebaliknya jahat dengan yang jahat? Bukankah baik atau jahat adalah kita yang menentukan bukan Tuhan?

Jika kita cermati pertanyaan-pertanyaan di atas, akan menyadarkan kita bahwa persoalan jodoh adalah urusan pribadi kita sebagai anak manusia, dan bukan Tuhan! Hal itu dikarenakan, jika sedari awal Tuhan sudah menjodohkan kita dengan pasangan kita, maka itu sama saja kita mengatakan bahwa dua pasangan yang saling mencintai tidak jadi berjodoh dikarenakan si lelaki kalangan miskin, sehingga tidak mendapat restu dari pihak orang tua perempuan adalah takdir Tuhan? Jika demikian, Tuhan sungguh diskriminatif dan semena-mena! Tapi apakah mungkin Tuhan sejahat itu? Bukankah Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang? Bukankah bagai Tuhan, semua hambanya pada hakikatnya adalah baik dan hanif? Jadi, pandangan teologis yang menyatakan bahwa jodoh itu di tangan Tuhan; itu sama saja telah mengembiri keilahian Tuhan Yang Maha Penyayang dan Adil! Tuhan hanya sebatas memebri tuntunan nilai-nilai moral kepda kita dalam hal memilih pasangan hidup, akan tetapi Tuhan tidak pernah menentukan siapa  jodoh kita! Baik-buruknya pasangan hidup kita itu berpulang pada “selera” kita masing-masing yang itu semua syarat dengan penilaian subjektif manusiawi kita. Tuhan tidak ikut camur sama sekali dalam artian “menentukan.” Tapi Ia hanya sebatas “menuntun.” Bahkan, tidak ada ayat Quran satu pun yang menyatakan secara eksplisit bahwa jodoh seseorang sudah ditentukan oleh-Nya. Tuhan hanya menerangkan perintah menikah, itu pun sesuai “selera” kita (ma thaba lakum), dan bukan “selera” Tuhan (baca: QS.4:3 dan 18:32). Kalaupun ada ayat yang menyatakan bahwa wanita yang keji adalah untuk laki keji dan sebaliknya, aya tersebut tidak ada kaiatannya dengan persoalan jodoh.Konteks sebab-turun ayat itu adalah sebagai teguran sekaligus peringatan serta dukungan moril bahwa Siti  A’isyah benar-benar bukanlah wanita yang keji dan tidak baik sebagaimana yang dituduhkan kepada dirinya (baca: QS. 18: 23-26).  Singkat kata, mereka yang menyatakan bahwa jodoh sudah ditentukan Tuhan adalah sangat lebay dan alay.com, demikian ujar anak sekarang…! wallahu a’lam

*tulisan ini, saya posting dari hasil tulisan teman saya Sahal Mubarok, yang saat ini ia sedang sibuk dengan tugas akhirnya (S2) 

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

namanya “Ai”

“meski bingung harus memulainya dari mana, namun setiap kali berhadapan dengan komputer ini, selalu saja muncul rasa ingin menulis cerita tentang dirinya. padahal cerita dan kejadian itu sudah lama terjadi, tapi tetap saja memori itu masih melekat pada diri saya. tujuan saya menulis cerita ini pun tidak ada niat dan unsur apa-apa, hanya sekedar tulisan saja”

hari itu hari jum’at, pondok nampak sepi dan agak semrawut dengan sampah yang bertebaran di sekelilingnya. pak kyai baru saja selesai memberikan tausiyyah –pengarahan– di hari perpulangan, “siapapun yang pulang hari ini, mesti sholat jum’at terlebih dahulu” imbuh pak kyai dengan santai  pada semua santrinya

panitia perpulangan bergegas ke basecamp-nya, para santri berhamburan, ada yang langsung kumpul dengan anggota konsulatnya –asalnya–, ada juga yang berjalan santai sambil ngobrol menuju kamarnya masing-masing dan mempersiapkan tas dan baju yang hendak di bawanya pulang. sekali lagi, hari itu pondok sudah nampak sepi, karna ada sebagian santri yang sudah pulang dengan konsulatnya malam hari, tinggal beberapa konsulat saja yang akan baru pulang di hari jum’atnya.

yu’lanu alla kaffati thollbah min konsulliyati kars, alaihimul ikhtifal fi aula duta ba’da sholaatil al-jumuati mubassarotan” yang artinya kira-kira: di harap berkumpul seluruh santri dari konsulat kars di aula duta setelah sholat jum’at. tas, kardus, dan apapun yang bisa di bawa pulang hari itu sudah terkumpul dengan semua bawaan yang akan di bawa pulang, konsulat kami –KARS– baru berkumpul setelah sholat jum’at selesai, di gedung yang juga sering di pakai untuk sholat sehari-hari. di hari perpulangan itu, kebetulan konsulat kami memakai jasa angkutan kereta api dari statiun besar Madiun. tak berapa lama menunggu, mobil yang menjemput kami pun datang. panitia mengatur, kami pun bergegas menaiki bus-bus yang sudah di bagi merata oleh panitia

siang itu panas, terik matahari begitu terasa di atas kepala. bus yang kami naiki  mulai berjalan menuju statiun Madiun. dari kejauhan, tampak wajah-wajah kakak kelas yang tidak berlibur dan bertugas menjaga pondok  terlihat agak sedikit muram, namun ada juga yang biasa-biasa saja. bagi para santri yang hendak pulang, liburan merupakan hari yang sangat istimewa, dibenak mereka yang ada hanya rasa gembira ingin berlibur dan bisa berkumpul di tengah keluarga. begitu juga dengan saya, liburan akhir tahun, adalah moment-moment di mana saya bisa santai dan sesuatu yang saya tunggu. betapa tidak, setelah beberapa bulan belajar, di tambah dengan seabreg kegiatan, rasa-rasanya hal yang paling baik adalah berlibur dan berkumpul dengan keluarga

satu jam sudah perjalanan, kira-kira lima belas menit lagi akan sampai di statiun Madiun. “ayo yang tidur bangun, barang-barang jangan sampai lupa” imbuh seorang panitia. sampai juga di stasiun besar Madiun. panitia sibuk dengan urusannya, mendata dan menata ulang anggota dan merapihkan barang-barang yang masih ada di mobil. “tolong bantuin, dong” ujar seorang panitia

“yang belum sholat ashar, silahkan sholat sebelum kereta datang” begitu kata seorang panitia mengingatkan. kang Azid, orang bekasi, teman yang paling dekat dengan saya itu memang lucu, panitia yang sedang  merapihkan barang-barang dan menertibkan anggota konsulat pun di buatnya tertawa. joke-jokenya biasa dan natural, kenaturalannya itu justru yang buat orang di sekitarnya kadang tertawa terbahak-bahak. dia pernah ungkapkan sesuatu “orang yang sedang ngegaruk jarban –gatal-gatal di daerah kemaluan– itu ibarat orang yang sedang di urut sama wanita cantik, rasanya sampe ke hulu hati”. spontan,  orang yang di sekitarnya pun tertawa

liburan adalah hal yang paling indah, ini menurut sebagian santri. pendapat itu boleh jadi benar. paling tidak kita bisa buktikan, banyak santri di luar liburan yang kabur dan pulang tanpa izin pihak pengasuhan santri. sekali lagi liburan adalah hal yang indah.

kereta berjalan cepat, sesosok perempuan berjlbab putih menghadap ke jendela, kepalanya di sandarkan di jendela itu. “subahanallah, siapa wanita itu, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?” berkataku dalam hati. aku pun mencoba mendekatinya dan ingin berkenalan. banyak santriwati yang ngecengin aku, tapi dalam hati, ah biarin aja. “namanya siapa” tanya aku “ka bdoel ya?” tanyanya balik  “loh ko tau tau nama saya” iya ka. dia pun lalu memberitahu namaya. namanya Ai, begitu kira-kira yang saya dengar dari mulutnya. anak bekasi itu baru kelas tiga eksperimen waktu kita sama-sama kenalan. orang nya baik, ramah, sepertinya dekat dengan teman-temanya, yang terakhir tentu saja dia manis.

hubungan pun berlanjut sesampainya di rumah, dua hari di rumah rasanya ingin sekali telpon wanita manis itu “assalamualaikum, gimana kabarnya, sehat? tanya saya padanya, “alhamdulillah sehat” jawabnya dengan sedikit malu. tak sampai di situ, hubungan kita pun berlanjut dengan jadian,”kamu mau kan jadi teman dekat saya?” tanya saya. “kamu ga nyesel kenal sama aku” katanya merendah

aneh!. mungkin itu yang ada pada pikiran saya saat itu.  aneh, karna secepat itu kita jadian, tidak pernah terpikir bahwa pada suatu hari kita bakal jadian, dengan waktu yang singkat dan secepat itu. wallahu a’lam bisshowab. tapi itulah yang terjadi terhadap kami, hati dan nalar pikiran kami berkata lain, dan terjadilah hari yang menurut saya “bersejarah” itu

banyak masa-masa yang menurut saya indah yang pernah kita lalui, dari hanya sekedar jalan-jalan di salah satu taman, sampai pada suatu hari, makan dengan menu telur goreng mata sapi buatan mamah nya sendiri,  senang bukan kepalang saya waktu itu.

banyak cerita yang sebetulnya ingin saya tuangkan di sini tentang dirinya, tapi itu tidak mungkin. saya sadar, seindah apapun kenangan, dia hanya masa lalu buat saya. masa lalu yang menurut saya INDAH.

bdoel, depok 13 july 2011

Categories: perjalanan hidup | Tinggalkan komentar

selamat, bang Aro

Orangnya lucu, humoris, betawi abis, suka ngebanyol, kalau sudah ngebanyol siapa pun yang mendengernya pasti tertawa terbahak-bahak. begitulah seorang Sahro ketika dia muncul dan bebicara di hadapan temannya, dimanapun dia berada, selalu saja dia menunjukan wajah yang ramah, sopan dan bersahabat. yah… walaupun wajahnya agak sedikit kehitam-hitaman, tapi itulah daya tarik buat lawan jenisnya, dan alhamdulillah akhirnya dia laku juga, heeeeee… pisss bang, becande….

dulu waktu sekolah, kita memang pernah sekamar di staff keamanan, tapi dia masih bawahan saya, saya jadi wakil-wakilan ketua organisasi sedangkan ia staff keamanan. seingatnya saya, waktu itu ketua dijabat oleh Yusni Ifno dari Padang, entah kemana teman kita yang satu ini sudah lama tidak terdengar kabarnya, semoga beliau masih sehat, amin…

yang masih melekat di pikiran saya sampai sekarang terhadap seorang Muhammad Sahro adalah, dia seorang keamanan yang paling tidak bisa membuat mimik wajahnya serius, alias selalu terlihat lucu hehehe… yang ada kalau dia sedang terlihat serius, teman-teman seperti Irfan abdullah, Karimuddin Matondang , Eka Nugraha, Sutrisno, Hasil maksud, semuanya pada tertawa ngakak, maklum wajahnya agak imut-imut gitu sih.

Sahro dulu tentu beda dengan yang sekarang, sahro sekarang lebih energik, mumpuni, tak kenal lelah, wah apalagi nih kira-kira, pokoknya ada semuanya dech.  kenapa saya bilang lebih energik dan mumpuni, karna semua hal itu ada pada dirinya, dalam hal kerja saja, dia benar-benar pantang menyerah dan all-out.

bisa jadi, semua yang dia lakukan itu, hanya untuk cari tambahan buat acara pernikahannya kelak, mudah-mudahan saya tidak berlebihan nih.
tetapi memang, semua yang ia lakukan itu pada akhirhya menjadi sebuah kenyataan, dan ia benar-benar akan memboyong serta mempersunting seorang wanita anggun yang memang ia damba-dambakan selama ini di hatinya. wow, mantap.

sebetulnya tanda-tanda dia mau married itu sudah terlihat, ketika kita sama-sama ngadain reuni di daerah puncak dulu, waktu itu dia dan teman kami juga yang bernama Azid “al-autany” berdiskusi tentang wanita yang kebetulan saya memang mendengarnya langsung mereka berbicara berdua.

tidak lama kemudian, saya melihat mereka menyambangi sebuah warung yang berada dekat dengan penginapan kami, “bang beli… kira-kira begitu kata azid…” beli apa ya mas… jawab si akang yang menjaga warungnya itu… “ada makanan ga mas” sahut sekali lagi si azid… yah makanannya begini aja mas, jawab si akang sambil menunjukan makanan yang ada di warungnya… iseng-iseng azid mulai menunjukan kenakalannya dan ia sambil malu-malu nanya ke akang itu “kang di sini aya cewe ga, nih buat temen saya…” begitu kira-kira dia bertanya
eh ga jadi kang… karna malu-malu kucing mereka ganti pertanyaan, “kang kalo autan ada ga ya? tanya si azid?” sambil senyum-senyum si akang bilang “ga ada mas…
dengan wajah  tersenyum malu mereka pun kembali ke penginapan, mungkin si akang tadi agak sedikit kaget, baru kali ini ada orang nginep di puncak nanyain autan, hahaha… di situlah sahro sudah mulai ngebet pengin punya seorang wanita

sebagai laki-laki yang normal, kehidupan seorang sahro tidak akan jauh dengan yang namanya wanita, terkadang orang yang sudah beristri dan sudah bersuami saja bisa mengalami pasang surut dalam biduk rumah tangganya dan dengan sendirinya mencari pasangannya lagi.

buat bang Aro, selamat ya atas pernikahanmu, pertama dan yang terakhir pastinya, kami atas nama keluarga CE-VIC 01 mendo’akan semoga nantinya keluarga bang sahro menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warrohmah, dan selalu dalam bimbing Allah SWT. amin

“tulisan ini saya buat special buat bang sahro menjelang pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah”

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

Renungan

“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat, ku dengar suara gesekan di langit (berkriut-kriut) langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun, karna langit di penuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.
Demi Allah!!! sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian akan banyak menangis (karena takut) dan niscaya kalian tidak akan pernah bersenang-senang dengan istri-istri kalian dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan do’a kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang dia timpakan”

-{ HR. Tirmidzi & Bukhari }-

Subhanallah Walhamdulillah walaillahaillah Wallahu akbar…

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

reuni-ku 2009

Ah… beberapa hari lalu sudah kegiatan itu berlalu, kegiatan yang kental dengan rasa kebersamaan yang kuat diantara manusia yang hadir ketika itu, kegiatan yang penuh dengan rasa emosional yang amat tinggi, waktu kita adakan tepatnya tanggal 27 sampai 29 nopember 2009, di daerah batu layang Cisarua Bogor, gw sih dan mungkin banyak temen juga berharap semoga kegiatan yang sama bisa diadakan lagi, entah kapan, tiga tahun kah, atau lima tahun, boleh jadi sepuluh tahun yang akan datang, mudah-mudahan bisa, amin…

awalnya sih acara ini cuma iseng, cuma sekedar omong-omong biasa antara gw dan temen-temen di jakarta, memang suatu hari temen kita yang bernama Saipul anwar atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Suhu (karna sipit matanya) itu telp ke gw, dia bilang…. “Doel kalo temen-temen mau pada ngumpul (reuni) gw bisa nyediain tempat gt….” Ya udah, akhirnya kita respon ide itu sampai akhirnya dateng bulan suci ramadhan dan kita ngadain buka puasa bersama, di situlah kita lempar ke temen-temen ide yang udah di lontarkan oleh “suhu”, tanggapan teman-teman positif, temen-temen mau banget kalo kita semua ngadain reuni, ya wes akhirnya kita bentuklah panitia, tanpa tendeng aling-aling teman kita Al-mukarrom Sahal mubarok langsung angkat bicara, dan katanya “Udah ketua nya si bdoel aja” dalam keadaan ragu dan kurang percaya diri gw bilang ama temen-temen ya udah ga apa-apa…

Survei tempat pun kita lakoni, berangkat dari rumah gw pagi hari atau sekitar jam 09.00 sampai di rumah “suhu” kira-kira jam 11-an.  masyaAlloh, apa gw bilang lokasi yang kita tuju jauhnya minta ampun, mungkin karna tempat itu belum pernah kita satronin sebelumnya jadi keliatannya jauh aja, tim survei sendiri di pimpin oleh kakak kita, Azid bin malaih, Irwan, Majid, Agus rusli, ahong, dan gw sendiri.

cari tempat kesana-kemari, sampai kita lupa dengan makan dan akhirnya alhamdulillah membuahkan hasil juga, tapi ada satu hal yang engga di sangka-sangka sama tim survei, apa tuh, rute yang begitu jauh dengan medan yang begitu terjal dan begitu menanjak, tapi ini yang menjadi daya tarik kita semua, bagaimana tidak  menarik, di jakarta kan engga ada hal-hal kaya gini, ya… sebagai tim survei yang memang gak pernah berhadapan dengan medan kaya gitu (menanjak), so pasti pada kecapen dan kehausan, karna memang  sesampainya di kediaman “suhu” perut kita belum terisi makanan, nyampe di rumah “suhu” setelah selesai survei tempat, wih… gila makan pada kaya kemasukan Jin,  hahahahaha… sampai pada nambah cuma gw aja yang engga nambah Hahahahaha…

malang betul memang nasib kita, kurang lebih tiga minggu sebelum acara hari “H” tiba-tiba “suhu” menelpon panitia dan membatalkan acara di dekat kediamannya itu, kita pun engga tau alasan suhu apa, tapi yang jelas kita maklumi keadaan ini semua. sudah pasti, sebagai panitia kelabakan dong, tanpa putus asa dan berhenti di tengah jalan kita ngumpul di rumah Agus Rusli ngomongin acara yang tadinya udah oke tiba-tiba di batalkan begitu saja oleh teman kita, alhamdulillah memang Allah masih meridho’i niat baik kita untuk berkumpul, dan kita pun memang sudah terlanjur publis ke teman-teman, akhirnya ada juga keputusan untuk melanjutkan acara ini, Lanjutkan begitu kira-kira seperti banyak di ucapkan tim kampanye Sby-Boediono…..

teman-teman yang gw cintai dan gw kangeni setiap saat, kita sadar bahwa apapun yang kita lakukan saat ini begitu banyak kesan yang mendalam yang ada di diri gw pribadi khususnya, dan mungkin juga temen-teman pada umumnya, dan gw juga atau mungkin kita semua berharap semoga perkumpulan (reuni) yang kita adakan seminggu yang lalu bukan menjadi pertemuan terakhir bagi kita kelurga “Ce-Vic” se-indonesia, Amin…

akhirnya, teman-temanku semua, kita berharap mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang bisa berbakti kpada ibu-bapak, bangsa dan negara, serta masyarakat sekeliling kita, dan menjadi orang yang memang jauh-jauh hari cita-cita itu sudah ada di benak teman-teman sekalian.

aku rindu dengan ketawa-ketawa itu
aku rindu dengan senyuman-senyuman itu
dan, aku juga rindu dengan semua hal yang terjadi di antara kita semua

god bless to you all…

sekian

bdoel C21

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

berkaca dan berdo’a

Kesibukan dan hiruk pikuk kahidupan memang telah membuat manusia meninggalkan sebagian pekerjaannya, atau paling tidak dia lupa akan hal-hal yang lain, dan hal itupun terjadi terhadapa diri saya ketika hari ulang tahun saya tiba. padahal, saya hanya seorang pedagang yang nota bene lebih “santai” dalam bekerja. lupa, benar-benar lupa, sampai-sampai hari ulang tahun dan umur saya pun saya tidak ingat, untungnya, setelah menikah ada istri yang selalu mengingatkan ketika ultah saya tiba, persis jam 24.10 WIB jum’at dini hari saya sedang tidur, istri saya mencium kening saya “met Ulang tahun ya abi” begitu katanya

memang benar, pagi harinya lewat telepon genggam, saya pun lihat teman yang pertama kali ngucapin, dia adalah Yani, adik iparnya teman kami Tri iswahyudi (jengki), sebelumnya gak ngira dan ga ngerti kenapa harus Yani yang pertama kali ngucapin dari teman-teman di facebook, padahal kenal akrab pun tidak, apa mungkin dia ngefans sama saya? itupun gak mungkin, ah tapi sudahlah, gak penting ngebahas siapa yang pertama kali ngucapin, yang jelas saya sangat berterima kasih sama Yani yang sudah cape-cape nulis dan ngucapin met Ulang tahun buat saya, thanks ya Yan….

sebetulnya, bagi saya datangnya hari ulang tahun tidak begitu penting, karna memang dari kecil orang tua saya tidak pernah merayakannya untuk saya, atau bisa jadi orang tua saya memang gak pernah ngeh dengan hal-hal kaya gitu, apalagi sampai ngundang teman-teman SD. beda, dengan anak-anak jaman sekarang yang sepertinya ulang tahun sudah menjadi sunnah mu’akaddah (hampir wajib), bahkan saya pernah di undang ke sebuah acara ulang tahun, dan saya kaget, anak yang berulang tahun itu baru berumur dua tahun, ya itu sah-sah saja, tapi saya kasihan juga akhirnya, di saat anak-anak yang di undang itu bernyanyi, nah yang ulang tahun malah diam dan saya pikir memang belum mengerti apa-apa, tapi sekali lagi itu sah-sah saja

yang terpenting menurut saya, saya ingin selalu memaknai datang nya hari ulang tahun sebagai sebuah penghayatan hidup selalu “berkaca” dan berdoa, berkaca dalam artian: bahwa didunia ini tidak ada yang lebih pintar, lebih kaya, lebih ganteng atau lebih apapun. berdoa : yah… pada akhirnya manusia akan slalu meminta, bahwa hari ini akan selalu lebih baik dari sebelumnya.  kesemuanya itu saya artikan, bahwa, bertambahnya umur seseorang paling tidak bisa memberikan dampak yang positip bagi dirinya dan orang di sekelilingnya. amin

dan yang paling penting lagi, saya merasa hidup ini selalu semangat,itu  karna ada teman-teman di sekeliling saya, siapapun dia, terima kasih kepada teman-teman yang sudah mau menulis dan ngucapin “selamat ulang tahun” kepada saya, bagi saya, tidak ada keindahan di dunia, kecuali bisa berkumpul dengan teman-teman semua….

sekian

abdullohbdoelC21

Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.