namanya “Ai”

“meski bingung harus memulainya dari mana, namun setiap kali berhadapan dengan komputer ini, selalu saja muncul rasa ingin menulis cerita tentang dirinya. padahal cerita dan kejadian itu sudah lama terjadi, tapi tetap saja memori itu masih melekat pada diri saya. tujuan saya menulis cerita ini pun tidak ada niat dan unsur apa-apa, hanya sekedar tulisan saja”

hari itu hari jum’at, pondok nampak sepi dan agak semrawut dengan sampah yang bertebaran di sekelilingnya. pak kyai baru saja selesai memberikan tausiyyah –pengarahan– di hari perpulangan, “siapapun yang pulang hari ini, mesti sholat jum’at terlebih dahulu” imbuh pak kyai dengan santai  pada semua santrinya

panitia perpulangan bergegas ke basecamp-nya, para santri berhamburan, ada yang langsung kumpul dengan anggota konsulatnya –asalnya–, ada juga yang berjalan santai sambil ngobrol menuju kamarnya masing-masing dan mempersiapkan tas dan baju yang hendak di bawanya pulang. sekali lagi, hari itu pondok sudah nampak sepi, karna ada sebagian santri yang sudah pulang dengan konsulatnya malam hari, tinggal beberapa konsulat saja yang akan baru pulang di hari jum’atnya.

yu’lanu alla kaffati thollbah min konsulliyati kars, alaihimul ikhtifal fi aula duta ba’da sholaatil al-jumuati mubassarotan” yang artinya kira-kira: di harap berkumpul seluruh santri dari konsulat kars di aula duta setelah sholat jum’at. tas, kardus, dan apapun yang bisa di bawa pulang hari itu sudah terkumpul dengan semua bawaan yang akan di bawa pulang, konsulat kami –KARS– baru berkumpul setelah sholat jum’at selesai, di gedung yang juga sering di pakai untuk sholat sehari-hari. di hari perpulangan itu, kebetulan konsulat kami memakai jasa angkutan kereta api dari statiun besar Madiun. tak berapa lama menunggu, mobil yang menjemput kami pun datang. panitia mengatur, kami pun bergegas menaiki bus-bus yang sudah di bagi merata oleh panitia

siang itu panas, terik matahari begitu terasa di atas kepala. bus yang kami naiki  mulai berjalan menuju statiun Madiun. dari kejauhan, tampak wajah-wajah kakak kelas yang tidak berlibur dan bertugas menjaga pondok  terlihat agak sedikit muram, namun ada juga yang biasa-biasa saja. bagi para santri yang hendak pulang, liburan merupakan hari yang sangat istimewa, dibenak mereka yang ada hanya rasa gembira ingin berlibur dan bisa berkumpul di tengah keluarga. begitu juga dengan saya, liburan akhir tahun, adalah moment-moment di mana saya bisa santai dan sesuatu yang saya tunggu. betapa tidak, setelah beberapa bulan belajar, di tambah dengan seabreg kegiatan, rasa-rasanya hal yang paling baik adalah berlibur dan berkumpul dengan keluarga

satu jam sudah perjalanan, kira-kira lima belas menit lagi akan sampai di statiun Madiun. “ayo yang tidur bangun, barang-barang jangan sampai lupa” imbuh seorang panitia. sampai juga di stasiun besar Madiun. panitia sibuk dengan urusannya, mendata dan menata ulang anggota dan merapihkan barang-barang yang masih ada di mobil. “tolong bantuin, dong” ujar seorang panitia

“yang belum sholat ashar, silahkan sholat sebelum kereta datang” begitu kata seorang panitia mengingatkan. kang Azid, orang bekasi, teman yang paling dekat dengan saya itu memang lucu, panitia yang sedang  merapihkan barang-barang dan menertibkan anggota konsulat pun di buatnya tertawa. joke-jokenya biasa dan natural, kenaturalannya itu justru yang buat orang di sekitarnya kadang tertawa terbahak-bahak. dia pernah ungkapkan sesuatu “orang yang sedang ngegaruk jarban –gatal-gatal di daerah kemaluan– itu ibarat orang yang sedang di urut sama wanita cantik, rasanya sampe ke hulu hati”. spontan,  orang yang di sekitarnya pun tertawa

liburan adalah hal yang paling indah, ini menurut sebagian santri. pendapat itu boleh jadi benar. paling tidak kita bisa buktikan, banyak santri di luar liburan yang kabur dan pulang tanpa izin pihak pengasuhan santri. sekali lagi liburan adalah hal yang indah.

kereta berjalan cepat, sesosok perempuan berjlbab putih menghadap ke jendela, kepalanya di sandarkan di jendela itu. “subahanallah, siapa wanita itu, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?” berkataku dalam hati. aku pun mencoba mendekatinya dan ingin berkenalan. banyak santriwati yang ngecengin aku, tapi dalam hati, ah biarin aja. “namanya siapa” tanya aku “ka bdoel ya?” tanyanya balik  “loh ko tau tau nama saya” iya ka. dia pun lalu memberitahu namaya. namanya Ai, begitu kira-kira yang saya dengar dari mulutnya. anak bekasi itu baru kelas tiga eksperimen waktu kita sama-sama kenalan. orang nya baik, ramah, sepertinya dekat dengan teman-temanya, yang terakhir tentu saja dia manis.

hubungan pun berlanjut sesampainya di rumah, dua hari di rumah rasanya ingin sekali telpon wanita manis itu “assalamualaikum, gimana kabarnya, sehat? tanya saya padanya, “alhamdulillah sehat” jawabnya dengan sedikit malu. tak sampai di situ, hubungan kita pun berlanjut dengan jadian,”kamu mau kan jadi teman dekat saya?” tanya saya. “kamu ga nyesel kenal sama aku” katanya merendah

aneh!. mungkin itu yang ada pada pikiran saya saat itu.  aneh, karna secepat itu kita jadian, tidak pernah terpikir bahwa pada suatu hari kita bakal jadian, dengan waktu yang singkat dan secepat itu. wallahu a’lam bisshowab. tapi itulah yang terjadi terhadap kami, hati dan nalar pikiran kami berkata lain, dan terjadilah hari yang menurut saya “bersejarah” itu

banyak masa-masa yang menurut saya indah yang pernah kita lalui, dari hanya sekedar jalan-jalan di salah satu taman, sampai pada suatu hari, makan dengan menu telur goreng mata sapi buatan mamah nya sendiri,  senang bukan kepalang saya waktu itu.

banyak cerita yang sebetulnya ingin saya tuangkan di sini tentang dirinya, tapi itu tidak mungkin. saya sadar, seindah apapun kenangan, dia hanya masa lalu buat saya. masa lalu yang menurut saya INDAH.

bdoel, depok 13 july 2011

Iklan
Categories: perjalanan hidup | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: