ada cerita di hari jum’at

mesin penyedot air itu berbunyi, dulu, kita sering memanggilnya dengan sebutah “makinah” yang berati mesin diesel. seingatku, aku juga pernah menyalakan mesin diesel itu dengan cara meng-engkolnya, agak susah tapi akhirnya bisa juga. air yang keluar dari mesin diesel itu sangat banyak, berlimpah, dan alhamdulillah selama keberadaanku di sana, belum pernah aku mengalami kekeringan air. yah.. sesekali mungkin pernah tidak ada air itupun lebih di sebabkan rusaknya mesin yang berada tidak jauh dari rayon–tempat tinggalku– itu

mesin peyedot air itu berada di tengah-tengah rayon –tempat kami hidup setiap hari, makan, mandi, wudhu, istirahat, dll– jelasnya, mesin itu sangat akrab sekali dengan kehidupan kami di pondok setiap harinya. saat itu, aku berada di rayon dengan nama pusaka satu, yang bangunannya menyambung dengan rayon pusaka dua. setiap rayon di bagi menjadi empat kamar, masing-masing kamar berisi sepuluh sampai lima belas orang. di depan pusaka satu, berdiri tegak rayon dengan nama “zarkasyi”, mungkin, nama ini diambil dari salah satu nama kyai disalah satu pondok terkenal di Ponorogo itu. di samping “zarkasy” lurus dengan bangunannya, berdiri juga rayon dengan nama “malaysia satu”. rayon ini biasanya, di tempati oleh mereka yang duduk di kelas experimen dan mereka yang mempunyai badan agak sedikit besar. disini pula, seorang Ustadz Kharismatik bernama Serin Abdul Rauf, bertempat tinggal setiap harinya, siapa yang tak kenal dia, cool, bersahabat, tapi terkadang gondokin juga sih…

aku terbangun, di ruang yang agak gelap, aku berusaha mencari stopcontack lampu yang berada di pojok kamar. “alhamdulillah ketemu” ujarku dalam hati. jam baru menunjukkan, jam empat lima menit. dari jendela kamar dua orang mudabbir terlihat sudah bersiap-siap membangunkan mereka yang masih tidur, termasuk beberapa teman sekamarku.  bagiku dan beberapa teman yang lain, suhu udara di pondok saat itu sedang dingin-dingin, kami pun malas untuk keluar dan kemudian pergi ke masjid. tapi apa boleh buat, rutinitas  seperti ini memang sudah lama terjadi di pondok kami dan siapun tidak boleh melanggarnya, kecuali mereka yang sedang sakit  dantidak mampu melakukannya

allahuakbar, allahuakbar…. shubuh  memanggil, semua santri sudah berkumpul di masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah yang di teruskan dengan membaca al-quran. tampak dari kejauhan seorang pria dengan sepedanya meluncur- mengarah ke masjid. “ssssttt… Pak kyai datang, jangan tidur” tegur seorang teman kepada teman nya yang lain.  konon, sepeda Pak kyai itu sudar ujur dan berumur, pernah ada satu angkatan yang menghadiahi sepeda yang mirip dengan miliknya ketika acara wisuda. tapi tetap saja, pak kyai menggunakan yang lama, adapun sepeda yang baru, Ia taru setiap hari di depan halaman rumahnya. selesai sholat berjamaah, pak kyai sedikit memberikan tausyiyah kepada seluruh santrinya saat itu. “hari adalah hari jum’at, semua santri diharapkan membersihkan semua yang ada di sekitarnya” imbuh pak kyai dengan suaranya yang khas

 

Iklan
Categories: artikel lepas | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: