tentang aku

Anak kampung, lahir 3 juni 1982, di sebuah kota kecil dipinggiran selatan kota jakarta, nama kampung itu kampung “serab. kampung ini persis berada di sebelah selatan kota Depok jawa-barat, “serab” sendiri berasal dari bahasa sunda yang berarti silau, terang, bercahaya, itupun kata orang tua dulu –sesepuh–, persisnya saya belum begitu yakin.

makanya sampai sekarang makna serab masih banyak di  pertanyakan, dan saya pun terkadang masih mencari maknanya di banyak kamus di indonesia, mudah-mudahan arti “serab” itu benar adanya, sehingga kampung kami benar-benar bercahaya dan terang dengan orang-orang yang banyak beribadah di dalamnya

orang tua asli depok, tapi bukan bule depok seperti yang sering kita dengar dan banyak orang tahu, bisa di bilang bapak dan ibu masih ada keturunan betawi, karna memang bahasa yang sering kita gunakan sehari-hari adalah bahasa betawi.

bapak sendiri dari masa remajanya sampai dewasa dan terus menikah, hidupnya hanya di sibukkan dengan berdagang, mencari nafkah buat keluargan. untuk urusan rumah dan anak-anak hampir semua di handle oleh ibu, setiap hari  ibu selalu mengajarkan bagaimana cfara membaca al-Qur’an yang baik dan benar kepada saya dan adik saya, sampai pada suatu hari saya ingat sekali, saya pernah dibuat ibu menangis, gara-gara tidak bisa membaca al-Qur’an dengan baik. yah begitulah, ibu memang agak temperamental, walaupun demikian saya baru merasakan manfaatnya sekarang.

tahun 1995 saya lulus SD, ibu berinisiatif agar saya dimasukkan ke sebuah pesantren di jawa timur, kebetulan ada saudara yang pernah nyantri di daerah sana –jawa timur–, namanya Muhri, dia sendiri anak dari encang –kakak dari ibu saya– tanpa banyak obrl dan lainnya tanggal 10 juni 1995  kami berangkat ke jawa timur, 11 juni 1995 kali pertama saya menginjakkan kaki di bumi Ponorogo.

banyak hal yang menarik sesampainya di ponorogo, dari lapangan di tengah-tengah kota –alun-alun– yang saya belum pernah menjumpai sebelumnya, sampai patung yang ada di setiap perempatan di kota itu. tapi yang lebih menarik dari semua itu adalah, ketika saya masuk pesantren dan mulai beradaptasi dengan segala yang baru

sebelumnya tak pernah menyangka, bahwa suatu hari saya akan masuk kesekolah model pesantren, itupun tidak lahir dari niat saya, melainkan niat ibu yang jauh-jauh hari memang sudah di bicarakan sebelumnya. perlahan tapi pasti, saya arungi kehidupan di pesantren itu.

ada banyak cerita di  awal-awal saya menyesuaikan diri dengan segalanya, mulai dari makan yang hanya ala kadarnya –telur rebus dan kuah berwarna kuning– sampai di jemur dan dibotak karna berbuat kesalahan. mungkin ada benarnya kalau sebagian orang mempersepsikan pesantren sebagai “penjara suci” karna memang disini lah –pesantren– mendidik santrinya dengan pendidikan yang agak mirip dengan pendidikan setingkat polisi, tetapi polisi yang beriman dan berahlak mulia tentunya

pondok pesantren itu bernama Arrisalah, atau lebih di kenal dengan sebutan “Pondok Modern Arrisalah” pondok yang pimpin olek kyai Ma”shum itu resmi berdiri pada tahun 1982, di daerah Slahung, Ponorogo. di pondok inilah bersama dengan teman-teman dari seluruh pelosok indonesia, saya menimba ilmu, mengasah kemampuan, dan belajar hidup mandiri.

dalam setiap perkumpulan dan banyak hal, kyai tidak lupa selalu memberi wejangan, salah satunya dan yang sampai sekarang saya masih ingat adalah, “bondo bahu pikir, lek perlu sak nyawane pisan” dalam bahas jawa. dalam banyak kesempatan juga, saya hanya bisa berdo’a, semoga bapak kyai Ma’shum dan seluruh santrinya selalu di beri kesehatan dan dalam lidungan Allah SWT. amin

sekian, sedikit ulasan tentang saya, semoga kita lebih mengenal satu sama lain, amin…

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: